KABARDAERAH.OR.ID, JAKARTA || Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menerima sebanyak 400 hasil riset dari Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2025 yang akan difokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi. Riset tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif sekitar 2.000 peneliti dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menyampaikan bahwa hasil kajian tersebut tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga akan diimplementasikan dalam kebijakan pembangunan yang konkret.
โRiset yang kami terima merupakan temuan strategis yang akan kami eksplorasi lebih lanjut untuk mendukung pembangunan kawasan transmigrasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,โ ujar Viva Yoga dalam Rapat Pleno Hasil Reviu Laporan TEP 2025 di Jakarta, Minggu (27/4/2025).
Selama lima bulan pelaksanaan, para peneliti melakukan pengabdian di 154 kawasan transmigrasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kajian yang dihasilkan mencakup berbagai aspek, mulai dari potensi sumber daya alam, pengembangan ekonomi lokal, hingga penguatan kelembagaan masyarakat.
Viva Yoga menilai kualitas riset tersebut sangat tinggi karena melibatkan civitas akademika dari berbagai kampus unggulan, baik dari kalangan profesor, doktor, hingga mahasiswa. Ia menyebut TEP sebagai tim ad hoc yang memberikan kontribusi signifikan bagi Kementrans dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan.
Ke depan, program TEP akan terus dilanjutkan dan diperluas. Pemerintah berencana melibatkan lebih banyak perguruan tinggi serta menyebarkan sekitar 1.000 peneliti di 200 titik kawasan transmigrasi pada tahap berikutnya.
Dalam upaya merealisasikan hasil riset tersebut, Kementrans juga mengedepankan sinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pertanian, Kementerian ATR/BPN, serta Kementerian Kehutanan.
Pendanaan pembangunan kawasan transmigrasi bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan pembangunan yang lebih efektif, efisien, dan berdampak luas.
Salah satu contoh implementasi kolaborasi tersebut terlihat dalam pengembangan Kawasan Transmigrasi Barelang di Kota Batam, Kepulauan Riau, yang melibatkan berbagai pihak termasuk BP Batam.
Dengan adanya 400 hasil riset ini, pemerintah optimistis pengembangan kawasan transmigrasi ke depan akan semakin terarah, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
( CH 86 )
Eksplorasi konten lain dari Kabar Daerah
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















