Monetize your website traffic with yX Media
Daerah  

5 Tahun Mampet, Drainase di Paguat Akhirnya Dibuka, Petani Lega

Kabardaerah.or.id, Pohuwato – Drainase di Desa Bunuyo, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo ternyata selama ini tidak lagi dapat digunakan oleh para petani.

Sebab, sedimentasi lumpur yang berada di Drainase areal persawahan petani sudah setinggi drainase itu sendiri. Olehnya air tak lagi mengalir melalui drainase tersebut.

Sehingga empat tahun belakangan ini, para petani telah membuat pematang baru di samping Drainase Tersier untuk mengairi areal persawahan mereka.

“Kurang lebih 5 tahun ini drainase sudah tidak terpakai lagi. Sebab drainase itu sudah tidak bisa dimasuki oleh air karena tumpukan lumpur tebal dan tingginya sudah menyamai drainase itu sendiri,” ungkap Une, salah satu petani di Desa Bunuyo.

Para petani saat ini mulai sumringah, hal itu dikarenakan para penambang Lokal Merah Putih Paguat Dengilo telah membuka kembali Drainase tersebut dengan memperkerjakan para petani itu sendiri.

BACA JUGA :  Jum'at Berkah, Penambang Bagikan Bantuan Sembako Bagi Warga Paguat

“Alhamdulillah, saat ini drainase itu mulai dikerjakan oleh para penambang lokal Merah Putih. Dan kami bersyukur yang diminta oleh penambang lokal yang bekerja di tempat itu kami para petani juga. Jadi kami pun tak hanya merasakan dampak dari mulai baiknya sumber air ke areal persawahan, akan tetapi ekonomi kami pun terbantukan dengan mengambil upah sebagai pekerja drainase,” curhat Une.

Disamping itu, Tokoh masyarakat, Ikbal Rasyid mengaku tanpa harus menyebut siapa perusak sebenarnya. Tapi para penambang lokal Merah Putih Paguat Dengilo saat ini lebih mengedepankan asas manfaat langsung bagi petani.

“Saat ini kami menyentuh para petani dengan betul-betul turun dan menanyakan langsung apa yang menjadi kendala para petani itu sendiri. Kami tidak akan menyebut, kami tau itu drainase rusak akibat kiriman sedimentasi para penambang terdahulu. Kami bersyukur saat ini drainase yang mati itu sudah mulai dibuka kembali agar air yang masuk ke areal persawahan mulai normal kembali,” tegas Ikbal Rasyid.

BACA JUGA :  Serap Aspirasi Warga Secara Langsung, Paslon Saipul-Iwan Blusukan di Paguat

Kata Ikbal, hari ini tambang Dengilo mendekati massa akhir. Artinya, hari ini para penambang Merah Putih Paguat Dengilo murni masyarakat lokal yang mengais rejeki di tempat itu merupakan sisa dari apa yang telah diambil oleh penambang sebelumnya.

Pada prinsipnya para penambang lokal hari ini menganut prinsip menambang dengan memikirkan bagaimana caranya mereka juga sendiri ikut memperbaiki dan tanpa mengganggu ekosistem yang ada terutama para petani yang salam ini terkena dampak.

Ikbal juga menyampaikan, mereka lebih memilih memperbaiki dan memikirkan masyarakat pada umumnya. Meskipun itu bukan tanggung jawab para Penambang Lokal Merah Putih.

“Hasil bumi di areal pertambangan itu telah habis dikeruk oleh para penambang sebelumnya. Saat itu ratusan alat pernah mengeruk hasil tambang di wilayah Dengilo dan tanpa memperhatikan masyarakat petani itu sendiri. Alhamdulillah di tangan para penambang lokal Merah Putih Paguat Dengilo ini drainase mulai kami perbaiki. Karena itu memang tujuan penambang saat ini,” tandasnya.

BERITA TERBARU YANG DISARANKAN !

Eksplorasi konten lain dari Kabar Daerah

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Kabar Daerah

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca