Mahasiswa PGSD UNG Implementasikan Proyek dan Produk Bahasa Indonesia di Kalangan Peserta Didik

Kabardaerah.or.id, Gorontalo – Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Gorontalo Kelas 1B Angkatan Widyanata 2025 melakukan implementasi proyek dan produk mata kuliah Bahasa Indonesia yang diampuh oleh Ibu Fidyawati Monoarfa, M.Pd.

Kegiatan pembelajaran berbasis proyek dan produk ini, membagi mahasiswa ke dalam tiga kelompok. Pembagian ini terdiri dari dua kelompok yang berfokus pada produk dan satu kelompok yang melaksanakan proyek lapangan.

Skema ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa tidak hanya menguasai kaidah kebahasaan, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam bentuk karya nyata yang memiliki nilai edukatif dan sosial, serta menguji kemampuan mereka dalam berkomunikasi persuasif di berbagai kalangan.

Setiap kelompok menghasilkan luaran dengan judul dan objek sasaran yang spesifik. Kelompok 1 menciptakan Buku Saku Kata Baku dan Tidak Baku, sebuah produk referensi untuk umum, namun mereka juga melakukan sosialisasi intensif kepada anak-anak untuk memperkenalkan dan menjelaskan pentingnya penggunaan kata baku sejak dini.

Kelompok 3 menghasilkan Buku Pop Up “Yuk Belajar Sinonim dan Antonim Ini!”, produk visual yang dirancang untuk umum, yang juga disertai dengan kegiatan sosialisasi kepada anak-anak untuk menjadikan belajar kosa kata lebih menarik dan interaktif.

Berbeda, Kelompok 2 melaksanakan Proyek Sosialisasi Anti Perundungan (Anti-Bullying) dengan tema “Mari kita Bersama menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, bersahabat, dan tanpa kekerasan” yang target utamanya adalah anak SD, menggunakan Bahasa Indonesia yang mudah dicerna untuk menyampaikan pesan moral dan etika.

Tujuan utama dari keseluruhan kegiatan ini adalah untuk mengaplikasikan kompetensi berbahasa mahasiswa ke dalam karya yang berdampak nyata, sekaligus meningkatkan literasi kebahasaan dan kesadaran sosial pada masyarakat.

Manfaat yang diperoleh meluas: Kelompok 1 dan 3 menyediakan media edukasi yang membantu masyarakat umum (dan anak-anak melalui sosialisasi) memperkuat dasar kebahasaan, baik dalam ketepatan ejaan maupun kekayaan kosa kata.

Sementara itu, proyek Kelompok 2 memberikan manfaat sosial yang langsung, menggunakan Bahasa Indonesia sebagai alat efektif untuk kampanye anti-perundungan di kalangan anak SD, menunjukkan peran strategis bahasa dalam pembentukan karakter dan lingkungan sosial yang positif.


Eksplorasi konten lain dari Kabar Daerah

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Kabar Daerah

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version