Monetize your website traffic with yX Media
Daerah  

Di Balik Rampungnya Pembangunan Gedung MBG , Hutang Material Menggantung Dan Belum Terselesaikan

KABARDAERAH.OR.ID, TANGERANG || Pembangunan gedung Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Kampung Rancagong, RT 03 RW 07, Desa Rancagong, Kecamatan Legok, telah dinyatakan selesai. Namun di balik rampungnya pembangunan tersebut, tersisa persoalan serius berupa tunggakan pembayaran material bangunan kepada sejumlah toko penyedia.

‎Informasi yang dihimpun menyebutkan, hingga proyek dinyatakan selesai, masih terdapat utang pembelian material yang belum dilunasi. Kondisi ini memicu keluhan dari pihak penyedia material yang berharap adanya itikad baik dan penyelesaian tanggung jawab dari pihak terkait.

‎Sejumlah pihak menilai persoalan ini harus segera dituntaskan agar tidak menimbulkan dampak lanjutan, baik terhadap pelaku usaha lokal maupun terhadap tingkat kepercayaan publik terhadap program MBG. Transparansi serta tanggung jawab dinilai menjadi kunci dalam menjaga kredibilitas pelaksanaan proyek yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

‎Salah satu pemilik toko material berinisial DW mengungkapkan, pada awal pelaksanaan proyek pembayaran sempat berjalan lancar selama dua hingga tiga hari. Namun setelah itu, pembayaran terhenti, sementara pengambilan material terus dilakukan untuk kebutuhan pembangunan dapur MBG.
‎DW menilai pihak dapur MBG terkesan lepas tanggung jawab dengan alasan bahwa pekerjaan pembangunan dilakukan oleh pihak kontraktor.

‎Lebih lanjut, DW menyampaikan bahwa dirinya telah empat kali melakukan pertemuan dengan pihak Yayasan tersebut pengelola MBG guna mencari solusi. Pertemuan tersebut bahkan dihadiri Ketua RT dan Jaro setempat, namun tidak menghasilkan kejelasan penyelesaian.

‎“Sudah empat kali pertemuan, ada RT dan Jaro yang hadir. Tapi tidak ada satu pun poin penyelesaian. Semuanya malah tidak jelas,” ungkap DW dengan nada kecewa.

‎Saat dikonfirmasi di lokasi dapur MBG, awak media bertemu dengan PR, yang merupakan anak dari pengelola dapur yayasan MBG, PR menjelaskan bahwa pihak yayasan sebelumnya bekerja sama dengan seorang kontraktor berinisial AN dalam pembangunan dapur MBG tersebut.
‎PR juga mengakui adanya kendala dalam proses pembayaran material.

‎Menurutnya, dari total dana yang diterima kontraktor sebesar 90 persen, progres pembangunan baru mencapai sekitar 60 persen, ditambah munculnya persoalan dengan pihak toko material.

‎“Awalnya kami bekerja sama dengan kontraktor, namun di tengah perjalanan terjadi kendala. Dana yang diterima sudah 90 persen, tetapi pembangunan baru 60 persen, ditambah masalah dengan material. Karena itu, kerja sama dengan kontraktor kami putuskan dan pembangunan kami ambil alih. Untuk pembayaran material, kami sudah menyambungkan pihak toko dengan pihak kontraktor,” ujar PR.

‎Namun demikian, pernyataan tersebut dinilai tidak serta-merta menghapus tanggung jawab pihak yayasan, mengingat material dikirim dan digunakan langsung untuk kepentingan dapur MBG yang berada di bawah pengelolaan Yayasan tersebut.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun pihak penanggung jawab pembangunan gedung MBG terkait kepastian penyelesaian pembayaran tunggakan material tersebut.

BACA JUGA :  Sinergi AMPM dan Polres Kudus Awasi Program MBG Agar Tepat Sasaran

( Galih RM )

BERITA TERBARU YANG DISARANKAN !

Eksplorasi konten lain dari Kabar Daerah

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Kabar Daerah

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca