oleh

Wabup Sebut Hadirnya Kampung KB Desa Bulili Sarana Edukasi Ciptakan Keluarga Sehat

Kabardaerah.or.id, Pohuwato – Wakil Bupati Pohuwato Hj Suharsi Igirisa menghadiri penilaian lomba Kampung Berkualitas Keluarga Berencana tingkat Provinsi Gorontalo, di Kampung KB ‘Maju Berkarya’, Desa Bulili Kecamatan Duhiada’a, Kamis (02/06/2022).

Dalam lomba tersebut, Kampung KB ‘Maju Berkarya’ Desa Bulili, Kecamatan Duhiadaa mewakili Kabupaten Pohuwato. Kamis, (2/6/2022).

Wakil Bupati Suharsi Igirisa yang didampingi Asisten Administrasi Umum Rusmiati Pakaya, Kepala Dinas  DP3AP2KB Kabupaten Pohuwato Hamkawaty M Mbuinga, Ketua DWP Pohuwato, Suriyati Datau R Abdjul. Hadir pula Kepala BKKBN Provinsi Gorontalo diwakili Sekretaris Efendy Korompot, Tim Pusat Penilai Lomba Kampung KB serta jajaran pemerintah kecamatan duhiadaa dan pemerintah desa bulili.

BACA JUGA :  Mandeg Kasus Dugaan Korupsi Investasi Saham BPJAMSOSTEK RP.43 Triliyun, LSM LIRA Surati Kejagung Dan Presiden Jokowi

Wabup Suharsi berharap penilaian Kampung KB di Desa Bulili, Kecamatan Duhiadaa dapat melahirkan anak-anak yang jauh dari stunting, serta keluarga yang berkualitas. Pencanangan kampung KB tersebut ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2016.

“kampung KB secara nasional dicanangkan di kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat, lalu kemudian ditindak lanjuti di seluruh Indonesia termasuk kabupaten pohuwato ini, “jelas wabup.

5297341988

Untuk itu kata Wabup Suharsi,  kabupaten pohuwato pada tahun 2022 berusaha mengikuti lomba penguatan kampung keluarga berencana (KB) di tingkat provinsi, yang dinilai langsung oleh BKKBN Pusat dan perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo.

“Keikutsertaan kami dalam mengikuti lomba ini adalah untuk bagaimana mensejahterahkan masyarakat melalui pengembangan program kependudukan,  keluarga berencana dan keluarga (KKBPK),”ucap wabup

BACA JUGA :  Kapolda Banten Akan Lakukan Reboisasi di Hutan Baduy, 5.000 Bibit Akan Disiapkan

Menurut Wabup Syharsi, keberhasilan program KB tersebut tidak hanya di tandai dengan banyaknya penggunaan alat kontrasepsi, tetapi yang jauh lebih penting adalah terjadinya perubahan cara pandang, mental, pola sikap dan perilaku individu atau masyarakat atau termasuk di dalamnya peserta didik.

“Perubahan mindset itu harus dilakukan melalui proses pendidikan baik melalui program persekolahan maupun program di luar sekolah serta program lainnya termasuk melalui kampung KB ini,”ujar Suharsi. (Fit)

Komentar