oleh

Teknik Pengeringan Produk Pangan Guna Memperpanjang Umur Simpan

KABARDAERAH.OR.ID, BOGOR || Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, baik dalam bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan bidang-bidang lain. Kekayaan sumber daya alam dibidang pertanian antaranya padi, kedelai, gandum, kacang tanah, jagung, kacang hijau, buah-buahan serta berbagai sayur-sayuran jenis lain.

Kekayaan dalam bidang produk perikanan terdiri dari rumput laut, ikan tuna, ikan tongkol, ikan cakalang, ikan kembung, ikan patin, dan lain-lain. Sedangkan kekayaan sumber daya alam dalam bidang peternakan meliputi sapi, kambimg, domba, ayam, dan lain-lain. Akan tetapi, masih banyak sumber daya alam tersebut yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat sudah semakin dimudahkan dengan teknik-teknik pengolahan pangan. Olahan dari bahan pangan itu tentunya dapat disesuaikan dengan jenis bahan pangan, karakteristik sensori maupun kandungan gizi yang ingin diperoleh konsumen.

Teknik Pengeringan Produk Pangan Guna Memperpanjang Umur Simpan
Gambar 1 Bahan Pangan, Sumber : pediailmu.com

Produk pangan dapat berasal dari olahan hasil-hasil pertanian, perikanan ataupun peternakan yang tentunya dapat dikonsumsi oleh manusia. Produk olahan pangan berasal dari bahan pangan yang diketahui mempunyai sifat-sifat baik secara  fisik, kimiawi, maupun biologis, Bahan pangan yang telah diolah menjadi produk pangan akan menghasilkan karakteristik sensori yang mampu meningkatkan selera konsumen.

Bahan pangan termasuk komoditas yang mudah mengalami kerusakan (highly persishable) sejak dipanen, baik tanaman (sayur-sayuran ataupun buah-buahan) maupun hewan (daging, ikan, ayam, dan lain-lain).

BACA JUGA :  Keutamaan Tadarus Al-Qur'an di Bulan Ramadhan
5297341988

Bahan pangan tersebut akan mengalami kerusakan melalui serangkaian reaksi biokimia serta dapat berlangsung secara cepat ataupun lama.

Salah satu faktor utama yang menyebabkan kerusakan pada bahan pangan yaitu kadar air yang terkandung dalam bahan pangan tersebut.

Kadar air merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk menentukan umur simpan pada suatu bahan pangan. Kadar air tersebut dapat dipengaruhi oleh kelembaban, semakin tinggi kelembaban maka kadar air yang terdapat dalam suatu bahan pangan juga akan semakin tinggi.

Tingginya kandungan kadar air dalam bahan pangan dapat memicu partumbuhan mikroorganisme sehingga bahan pangan tersebut akan lebih cepat mengalami kerusakan.

Dengan demikian perlu dilakukan pengolahan secara cepat dan tepat, agar bahan pangan yang dimiliki tidak mengalami kerusakan, dan tentunya dapat mempertahankan kualitas gizi yang terdapat dalam bahan pangan tersebut. Oleh karena itu, pengeringan merupakan salah satu sarana penting dalam pengolahan dan pengawetan bahan pangan tersebut.

Teknik pengawetan dengan metode pengeringan merupakan jenis metode pengolahan pangan secara konvensional yang sebenarnya sudah diterapkan sejak lama dalam industri pangan dan dapat diterima secara luas oleh konsumen.

BACA JUGA :  Mengenal Perbedaan Pindah Panas Pasteurisasi dan Sterilisasi pada Produk Pangan terutama Susu Kemasan

Proses pengeringan dimulai dari penurunan kadar air sampai batas tertentu. Hal ini tentunya dapat mengawetkan bahan/produk pangan yang ditandai dengan memperlambat laju kerusakan yang diakibatkan oleh adanya  aktivitas biologis dan kimia sebelum bahan/produk pangan tersebut diolah atau dimanfaatkan lebih lanjut.

Pengeringan dapat mempengaruhi penampilan dan komposisi fisikokimia produk akhir yang dihasilkan. Pengeringan memiliki peranan penting dalam proses pengawetan makanan, mengurangi aktivitas air dari bahan pangan, mencegah pertumbuhan mikroorganisme pembusuk serta memperpanjang umur simpannya.

Teknik pengawetan bahan/produk pangan dengan menggunakan proses pengeringan cukup mudah dilakukan baik dalam skala rumah tangga ataupun industri pengolahan pangan.

Pemilihan metode pengeringan yang sesuai dapat dipertimbangkan dengan kualitas produk akhir yang diinginkan. Secara umum pengeringan dapat dibagi menjadi dua, yaitu pengeringan alami (natural drying) dan pengeringan buatan (artificial drying).

Pengeringan alami dilakukan dengan memanfaatkan sinar matahari dalam melakukan proses pengeringan. Namun, pengeringan alami memerlukan lokasi yang luas, wadah yang banyak, waktu yang lama, dan kualitas yang tergantung pada kondisi cuaca.

Pengeringan buatan atau disebut juga pengeringan mekanis dilakukan dengan menggunakan alat serta dapat di atur oleh manusia. Dengan demikian tinggi rendahnya suhu, kecepatan aliran ataupun kelembaban dapat diatur serta tidak tergantung pada kondisi cuaca.

BACA JUGA :  Bidang Pembelaan Hukum Jaringan Jurnalis Independen (JJI) M.Yusuf.SE.,SH.,MH.,C.MJ.,C.PW.,C.LSc : Pekerjaan Jurnalis Jangan di Ganggu
5297341988

Metode pengeringan buatan yang dapat dilakukan untuk mengeringkan bahan atau produk pangan di antaranya hot air drying, freeze drying, vacuum drying, conveyor drying, spray drying, dan drum drying.

Hot air drying atau pengeringan udara panas merupakan metode pengeringan yang dilakukan dengan menghembuskan udara diatas permukaan produk dan mempatkan bahan yang akan dikerangkan pada rak yang sudah tersusun dalam alat pengering.

Banner IDwebhost

Komentar