Berani & Bermartabat
KABARDAERAH.OR.IDIndeks
Monetize your website traffic with yX Media
DAERAH  

Partai Nasdem Gelar Acara Pengukuhan Koordinator Daerah Pemilihan Banten 6 Tangerang C

Bagikan Artikel :

KABARDAERAH.OR.ID, TANGERANG || Drs. H. Edi Ariadi M.Si Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Banten melakukan Pengukuhan terhadap Renvinno Aldian R sebagai Koordinator Daerah Pemilihan Banten 6 ( Kabupaten Tangerang C ). Sabtu (7/1/2023).

Pantauan wartawan dilokasi acara Yasmin Hotel Karawaci Kelurahan Binong Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang. Nampak hadir dalam acara pengukuhan Dr. H.A. Effendy Choirie selaku Komando Teritorial Pemenangan Jawa I dan H. Aries Halawani R. SH. MM Sekretaris DPW Partai NasDem Banten.

Selain pengurus, terdapat juga bakal calon anggota legislatif partai NasDem yang menyaksikan pengukuhan Koordinator Daerah Pemilihan Banten 6 (Tangerang C).

Koordinator Daerah Pemilihan Wilayah Banten 6 Kabupaten Tangerang sebagai bentuk komitmen Partai NasDem untuk memenangkan Pemilihan Umum Tahun 2024.

Drs. H. Edi Ariadi M.Si Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Banten mengatakan penunjukan Renvinno sebagai koordinator Dapil, tentu bukan tanpa pertimbangan. Selain memiliki kapasitas dan kapabilitas, Renvinno juga memiliki jiwa kepemimpinan yang handal. Tentu saja nantinya berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab sebagai koordinator Dapil.

BACA JUGA :  Tingkatkan Pembelajaran Digital, MTs Negeri 2 Pohuwato Bakal Miliki Radio TV

Selain turut serta dalam mereview bakal calon anggota legislatif, Renvinno juga mempunyai amanah untuk mengkoordinasi setiap Caleg di wilayahnya, yakni Dapil 5 dan 6 Kabupaten Tangerang atau Dapil C Banten. Adapun wilayahnya meliputi 6 kecamatan, yakni Curug, Cikupa, Panongan, Cisauk, Kelapa Dua, Legok dan Pagedangan,” katanya saat sambutan.

Edi menambahkan, dengan adanya koordinator Dapil setiap caleg Partai NasDem, maka akan semakin maksimal perolehan suara partai. Tentu saja koordinator dapil bukan sekedar jembatan komunikasi caleg dengan partai, namun harmonisasi antar caleg merupakan bagian dari tugas dan tanggungjawab Renvinno.

Dengan begitu antar caleg partai NasDem tidak saling berebut suara pada ceruk wilayah yang sama, akan tetapi setiap caleg harus dimaksimalkan pada setiap basis massanya masing-masing,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pelatihan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Bagi Pekerja Pertamina Tahun 2022 Resmi Ditutup 

Renvinno Aldian R sebagai Koordinator Daerah Pemilihan Banten 6 ( Kabupaten Tangerang C ) mengungkapkan setiap caleg harus dan akan didorong membuka titik baru untuk meraih suara, serta menggaet pemilih pemula dan kaum milenial yang notabene relatif banyak.

Hal ini selaras dengan target Partai NasDem pada Pemilu 2024, memperoleh 2 kursi DPRD Provinsi Banten pada dapil C Banten dan 2 kursi pada dapil 5 dan 2 kursi dapil 6 Kabupaten Tangerang.

Dalam acara pengukuhan Koordinator Daerah Pemilihan Wilayah Banten 6 Kabupaten Tangerang sekaligus menegaskan Partai NasDem menolak sistem Pemilu proporsional tertutup,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Bung Vinno menambahkan, jika sistem proporsional tertutup diberlakukan merupakan bentuk dekadensi demokrasi sekaligus mengkhianati semangat reformasi. Sebagai pemilih, masyarakat diibaratkan seperti membeli kucing dalam karung.

BACA JUGA :  Lindungi Pemuda Dari Narkoba, Kapolsek Patilanggio Siap Bersinergi Dengan GANN Pohuwato

Masyarakat menjadi tidak mengetahui track record, visi-misi, kapasitas dan kapabilitas calon wakil rakyat yang akan duduk di kursi kekuasaan.

Pemberlakukan sistem proporsional tertutup akan menjadikan wakil rakyat semakin berjarak dengan masyarakat. Niscaya, agenda sosialisasi dan penyerapan aspirasi akan semakin jarang dilakukan,” tegasnya.

Lanjut Bung Vinno, berbeda dengan sistem terbuka, masyarakat dapat menseleksi calon wakilnya yang akan dipilih untuk duduk di parlemen. Terlebih hari ini teknologi digital semakin masif, melalui piranti tersebut setiap masyarakat dapat mencari informasi terkait profil, visi-misi, kapasitas dan kapabilitas calon wakil rakyat yang akan dipilih.

Dengan sistem proporsional terbuka akan mendekatkan calon maupun wakil rakyat dengan masyarakat, sehingga akan memperteguh prinsip “vox populi vox dei.” Masyarakat menjadi penentu sekaligus hakim setiap calon wakil rakyat,” pungkasnya.

Galih RM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *