Monetize your website traffic with yX Media

Kapolda Gorontalo Dinilai Tertutup Atas Informasi Proses Hukum Admin Fx Family

Kabardaerah.or.id, Pohuwato – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Gorontalo dinilai tertutup atas informasi terhadap proses hukum sang admin investasi bodong (Fx Family).

Pasalnya, hingga hari ini janji sang Admin tersebut tidak ada kejelasan. Sehingga masyarakat Gorontalo, mempertanyakan sikap Kapolda terhadap keterbukaan informasi terhadap proses hukum saudara AY.

Hal tersebut disampaikan oleh, Aliansi Masyarakat Peduli Stabilitas Keamanan Daerah Provinsi Gorontalo, Ikbal Bawu yang juga selalu orator, menantang Kapolda Gorontalo untuk menjelaskan kepada member Fx Family kemana aliran dana yang di investasikan selama ini.

“Tidak mungkin semua dana, masuk ke akun Saudara AY, bahkan lebih paranya lagi tidak ada keterbukaan dari pihak polda gorontalo soal aliran dana investasi ini,” ungkap Ikbal.

BACA JUGA :  Bangun Masjid, Bupati Saipul Salut Perjuangan Seorang Anak Penuhi Amanah Sang Bapak

Yang lebih parahnya lagi ketika para member menjarah rumah dari Investasi Mantrader, belum ada pemberitahuan tentang “Menjarah” rumah admin atau owner akan diproses hukum.

“Bahkan pada waktu itu banyak anggota polisi, namun ketika kejadian beberapa waktu lalu dipaguat masyarakat mempertanyakan uang mereka ke salah satu admin yang suaminya oknum Polisi, Kapolres Pohuwato langsung memuat berita terkait menjarah rumah admin dan member akan diproses hukum,” jelasnya.

Yang menjadi pertanyaan, member mau menagih uangnya kemana? Kalau rumah admin dan onwer sudah tidak bisa didatangi oleh member.

BACA JUGA :  Diikuti 2800 Pelajar, Peserta SKJ Pohuwato jadi peserta terbanyak se-Provinsi Gorontalo

“Hari ini beberapa Admin sudah dipindahkan tugaskan kedaerah lain, yang konon katanya akan terjadi setiap tahun. Namun terkesan untuk menjaga admin. Masyarakat ini hanya menagih uang mereka, dikemanakan uang mereka,” jelas Ikbal.

Ditempat terpisah, Fikram djibu salah satu warga Desa Bumbulan, Kecamatan paguat menjelaskan dirinya melakukan hal itu karena di iming-imingi dengan seragam dan mengatasnamakan Investasi yang aman karena Ownernya tidak lain adalah Oknum Polisi. Namun, pada kenyataannya para oknum tersebut seakan-akan melarikan diri.

“Kan sebelumnya Kades Karengetan mengeluarkan statmant dimedia, bahwa masyarakat dibujuk rayu dan bahkan diajak ikut. Nah sekarang mereka sendiri tidak mau bertanggung jawab,” tegas Fikram.

BACA JUGA :  Mutasi 255 Anggota, Polda Gorontalo Diduga Amankan Admin Investasi Bodong

“Kami tidak pernah ketemu dengan onwer, kami terhubung dengan admin, jadi tidak salah ketika kami menagih janji manis yang disampaikan admin,” pungkasnya.

(Fit)

Bagikan Artikel :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *