Monetize your website traffic with yX Media

Bentuk Kepedulian, Pani Gold Project Bantu Pencegahan Kasus Malaria di Pohuwato

Kabardaerah.or.id, Pohuwato – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan seluruh masyarakat, Pani Gold Project turut ambil bagian dalam upaya penanggulangan meningkatnya jumlah kasus malaria (KLB Malaria) di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Bentuk kepedulian tersebut dilakukan dengan ikut memberikan bantuan dana untuk pengadaan insektisida malaria dan larvasida serta dana untuk kegiatan penyemprotan atau fogging.

Sasaran fogging utamanya adalah kubangan air di bekas galian tambang oleh pelaku penambangan tanpa izin di sekitar Dusun Butato Desa Hulawa Kecamatan Buntulia.

“Kami berkomitmen untuk selalu membantu masyarakat dan pemerintah Kabupaten Pohuwato. Terkait dengan kasus malaria, kami turut ambil bagian dalam upaya penanggulangan meningkatnya jumlah kasus malaria,” kata External Affairs Manager Pani Gold Project Mahesha Lugiana di Marisa belum lama ini.

Mahesha menambahkan bahwa semua pihak dan semua perusahaan yang berkegiatan di Bumi Panua sebaiknya dilibatkan untuk bersinergi dalam upaya penanggulangan kasus malaria ini.

“Perusahaan hadir di Kabupaten Pohuwato untuk memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. Menurut saya, semua perusahaan yang ada di Pohuwato sebaiknya dilibatkan,” tambah Mahesha.

BACA JUGA :  Pani Gold Project Latih Nakes RSUD Pohuwato Operasikan Alat Kesehatan Baru

Kegiatan fogging dilaksanakan 28-29 Desember 2023 di area bekas galian tambang masyarakat di Desa Hulawa dan area lain. Kegiatan langsung dipantau oleh Kepala Bidang P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato, Roys Gunibala.

Warga Desa Hulawa Maryono Elo menyatakan kegembiraannya dan merasa terbantu dengan kegiatan fogging ini dan berharap ke depan ada pembagian kelambu, khususnya bagi rumah yang memiliki balita.

“Kami menyambut baik kegiatan ini yang juga melibatkan masyarakat dalam kegiatan pemberantasan malaria ini,” kata Meylan Buju, seorang warga lainnya.

Secara terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato Fidi Mustafa memberikan apresiasi atas partisipasi dan kontribusi Pani Gold Project dalam upaya penanggulangan kasus malaria.

“Alhamdulillah ada bantuan dari PT PETS (Puncak Emas Tani Sejahtera) untuk kegiatan penanggulangan kasus malaria ini,” katanya.

PT PETS merupakan salah satu dari empat perusahaan yang mengelola Pani Gold Project, proyek tambang emas di Gunung Pani di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia. Tiga Perusahaan lainnya adalah PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM), PT Pani Bersama Tambang (PBT) dan PT Mentari Alam Persada (MAP). Semuanya adalah anak usaha dari PT Merdeka Copper Gold Tbk., perusahaan yang telah memiliki pengalaman panjang dalam industri logal dan pertambangan dan senantiasa menjalankan good mining practices.

BACA JUGA :  Simposium Pertanian Wujud Kemandirian Pangan dan Ramah Lingkungan di Pohuwato

Fidi menambahkan saat ini grafik kasus masih menunjukkan peningkatan jumlah malaria dan kasusnya tersebar di seluruh kecamatan. Catatan terbaru, jumlah total kasus 725, kasus baru 39, pasien dalam proses pengobatan berjumlah 39 dan jumlah pasien sembuh 687.

“Sekarang ini kita fokus mencegah penularan dan mendirikan posko di titik masuk lokasi tambang rakyat,” katanya.

Menurut data sebelumnya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato, dua kasus malaria tahun 2023 pertama kali ditemukan pada minggu ke-5 atau pada bulan Februari.

Selanjutnya, pada minggu ke-6 tahun 2023 hingga minggu ke-48 tanggal 6 Desember 2023 jumlah kasus malaria tercatat mencapai 631 kasus.

Kasus malaria tersebut ditemukan tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Pohuwato, di mana Kecamatan Marisa ditemukan jumlah kasus malaria paling tinggi dengan 127 kasus, Kecamatan Taluditi 125 kasus dan Kecamatan Buntulia 115 kasus.

BACA JUGA :  Bupati Saipul Buka STQH ke - X Tingkat Kabupaten Pohuwato

Sejauh ini Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato telah mengambil beberapa langkah, termasuk pencatatan dan pelaporan rutin, penyelidikan epidemiologi, survei kontak dan lingkungan serta pemeriksaan darah massal.

Langkah-langkah lain adalah pembagian kelambu, promosi kesehatan dan penyuluhan, monitoring resistensi insektisida terhadap vector malaria dan pemasangan bracket serta penyemprotan di lubang bekas tambang.

Langkah-langkah tersebut bukan tanpa kendala. Di antara kendala yang dihadapi tim dinas kesehatan adalah, kurangnya alat penyemprotan dan ketersediaan insektisida dan larvasida, lubang bekas galian tambang masih terbuka dan penuh air.

BERITA TERBARU YANG DISARANKAN !
Bagikan Artikel :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *